Minggu, 08 Desember 2019

Pisang Dilakban Termahal di Dunia

Pisang lakban senilai Rp 1,69 Miliar

Pisang Lakban Terjual Rp 1,69 Miliar




Apa yang terjadi ketika kolaborasi antara pisang, lakban, tembok, dan sebuah seni terjadi? Hasilnya adalah Rp 1,69 Miliar! atau sekitar USD 120.000.

Maurizio Catellan adalah seorang seniman yang menciptakan karya seni yang sepertinya tidak semua orang bisa memahaminya.

Mungkin bisa memahami bentuknya bisa, tapi memahami mengapa harganya bisa 1,69 Miliar itu yang agak sulit. Tapi itulah dunia seni di mana nilai ditentukan oleh sebuah kedalaman makna dan rasa, bukan ditentukan oleh komponen-komponen yang terdapat dalam biaya produksi.

Peristiwa ini baru saja terjadi di gelaran Art Basel Miami yang menampilkan berbagai karya seni.

Sebelumnya Catellan dilansir dari Artnet telah berhasil menjual sebuah karya berjudul "Comedian" dengan harga sekitar Rp 2,1 Miliar. Sedangkan karya seni yang berbentuk pisang dilakban di tembok ini ternyata adalah pisang yang telah dibawanya sebagai sumber insiprasi untuk membuat sebuah patung berbentuk pisang.Ia selalu membawa pisang itu ke manapun dan menaruhnya di kamar hotelnya. Berbagai bahan telah dicoba mulai dari resin, perunggu, sampai akhirnya memutuskan untuk menggunakan pisang asli.
Maurizio Catellan (Seniman Italia)

Sumber : Line Today

Update :
Pisang Catellan senilai 1,69 Miliar ternyata akhirnya dimakan oleh seorang seniman yang hadir pada acara itu yaitu David Datuna seorang seniman Amerika asal Georgia. David mengupas dan memakan pisang tersebut sambil berkata, " Art performance....hungry artist. Thank you very good." Tetapi 15 menit kemudian pisang tersebut diganti dengan pisang lain oleh panitia pameran. David tidak mendapatkan sanksi atas kelakuannya, tapi diminta untuk meninggalkan acara tersebut. Direktur museum seni di Miami Lucian Terras mengatakan bahwa David tidak menghancurkan karya seni tersebut, karya seni pisang tersebut tetap sebuah ide, dan tetap ada. 
(Sumber : timesofindia.indiatimes.com)
David Datuna





0 komentar:

Posting Komentar